Sebagai pembicara seminar, saya sering mengingatkan soal 'who' ketimbang 'how' di seminar-seminar motivasi.
"Tidak harus menguasai everything untuk memulai something," itu pesan saya sejak lama. Ini beneran, bukan sekadar retorika.
Fyi, pengusaha kecil seringkali usahanya tetap kecil. Kenapa? Salah satu penyebabnya, dia berusaha menguasai semuanya. Walhasil serba setengah-setengah. Mana mungkin sangat ahli?
Padahal, seorang Superman sekalipun tidak bisa menguasai semuanya. Mampukah seorang Superman menulis buku? Memasak sayur kangkung? Memperbaiki mesin cuci? Hehehe.
Sekali lagi, tidak harus menguasai everything untuk memulai something. Terus, solusinya? Cari ahlinya. Ya, cari ahlinya. Yang lebih ahli daripada Anda. Lalu, bentuk superteam. Sebut saja, Success Squad.
Tulisan sederhana ini penting sekali dipahami oleh para atasan dan para pengusaha. Ini soal who, bukan how. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Pembicara Seminar Motivasi, Seminar Motivasi, Seminar Motivasi Sukses
In House Seminar Motivasi, Ippho Santosa, In House Training Karyawan, Pembicara Seminar Motivasi
Tampilkan postingan dengan label seminar motivasi sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seminar motivasi sukses. Tampilkan semua postingan
Seminar Motivasi Sukses
Di seminar motivasi sukses, kadang saya bertanya.
Mau sukses lebih cepat?
Carilah mentor.
Carilah guru.
Ya, pembimbing.
Terus?
Belajar langsung darinya.
Bukan sekedar bukunya.
Bukan sekedar You-Tube-nya.
Cara praktisnya?
Jadi partner-nya.
Jadi staf-nya. Atau?
Jadi muridnya.
Saat belajar langsung, kita akan tahu bagaimana ilmu, passion, dan spirit-nya. Dua yang terakhir, nggak bisa diperoleh dari buku. Harus berinteraksi langsung. Sekali lagi, harus berinteraksi langsung.
Itulah cara praktis dalam belajar. Siap nyobain?
Mau sukses lebih cepat?
Carilah mentor.
Carilah guru.
Ya, pembimbing.
Terus?
Belajar langsung darinya.
Bukan sekedar bukunya.
Bukan sekedar You-Tube-nya.
Cara praktisnya?
Jadi partner-nya.
Jadi staf-nya. Atau?
Jadi muridnya.
Saat belajar langsung, kita akan tahu bagaimana ilmu, passion, dan spirit-nya. Dua yang terakhir, nggak bisa diperoleh dari buku. Harus berinteraksi langsung. Sekali lagi, harus berinteraksi langsung.
Itulah cara praktis dalam belajar. Siap nyobain?
Seminar Motivasi Sukses, Seminar Motivasi Diri, Seminar Motivasi Perusahaan
Seminar Motivasi Sukses, Seminar Motivasi Diri, Seminar Motivasi Perusahaan
Di seminar motivasi, kadang saya melibatkan peserta.
Coba sebutkan kata 'dengki'.
Terus, ulangi tiga kali.
Terus, ulangi tujuh kali.
Jangan teruskan membaca,
sebelum Anda mencobanya.
Sebutkan dulu.
Apa yang Anda rasakan?
Nggak nyaman kan?
Begitulah adanya.
Menyebutnya saja nggak nyaman.
Apalagi sampai memelihara perasaan itu
di dalam hati. Beneran nggak nyaman.
Bukan cuma penyakit hati, bahkan dengki juga bisa membawa penyakit bagi tubuh. Diteliti, ternyata rasa dengki yang berlarut-larut bisa menciderai pangkreas dan lambung, juga menyebabkan insomnia dan mengerutnya kulit. Ngeri!
Boleh dibilang, dengki itu seperti, “Kita minum racun, terus kita berharap orang lain yang mati.” Sebagai motivator, saya pun bertanya, "Yang konyol, siapa coba?" Tolong dijawab.
Bayangkan ini. Kalau seseorang memperoleh rezeki (mobil, rumah, jodoh, jabatan, kesembuhan, atau apa saja), terus kita dengki terhadap orang dan rezeki tersebut, berarti kita tidak ridha kepada Yang Memberikan Rezeki tersebut.
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar atau in-house training, SMS 0812-704-9090.
...
Di seminar motivasi, kadang saya melibatkan peserta.
Coba sebutkan kata 'dengki'.
Terus, ulangi tiga kali.
Terus, ulangi tujuh kali.
Jangan teruskan membaca,
sebelum Anda mencobanya.
Sebutkan dulu.
Apa yang Anda rasakan?
Nggak nyaman kan?
Begitulah adanya.
Menyebutnya saja nggak nyaman.
Apalagi sampai memelihara perasaan itu
di dalam hati. Beneran nggak nyaman.
Bukan cuma penyakit hati, bahkan dengki juga bisa membawa penyakit bagi tubuh. Diteliti, ternyata rasa dengki yang berlarut-larut bisa menciderai pangkreas dan lambung, juga menyebabkan insomnia dan mengerutnya kulit. Ngeri!
Boleh dibilang, dengki itu seperti, “Kita minum racun, terus kita berharap orang lain yang mati.” Sebagai motivator, saya pun bertanya, "Yang konyol, siapa coba?" Tolong dijawab.
Bayangkan ini. Kalau seseorang memperoleh rezeki (mobil, rumah, jodoh, jabatan, kesembuhan, atau apa saja), terus kita dengki terhadap orang dan rezeki tersebut, berarti kita tidak ridha kepada Yang Memberikan Rezeki tersebut.
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar atau in-house training, SMS 0812-704-9090.
...
Di Seminar Pengembangan Diri, Ippho Santosa Beri Motivasi SDM
Di seminar motivasi diri atau seminar pengembangan diri, saya sering mengingatkan peserta, "Rasa bahagia perlu dilatih juga dihadirkan. Di mana? Di kantor, di rumah, di jalan, yah di mana saja."
Ketika lunch bareng Harv Eker, ia sebagai motivator berpesan kepada saya, “Jika Anda tak bisa bahagia hari ini, Anda tak akan bisa bahagia kapanpun.” Now or never. Itu betul, tak terbantahkan. Sebagian orang berpikir, kalau punya rumah dan mobil, pastilah dia akan bahagia. Apa iya? Nggak juga. Begitu punya rumah dan mobil, tidak berapa lama dia akan berpikir rumah lain yang lebih besar dan mobil lain yang lebih cepat.
Ketika lunch bareng Harv Eker, ia sebagai motivator berpesan kepada saya, “Jika Anda tak bisa bahagia hari ini, Anda tak akan bisa bahagia kapanpun.” Now or never. Itu betul, tak terbantahkan. Sebagian orang berpikir, kalau punya rumah dan mobil, pastilah dia akan bahagia. Apa iya? Nggak juga. Begitu punya rumah dan mobil, tidak berapa lama dia akan berpikir rumah lain yang lebih besar dan mobil lain yang lebih cepat.
Sebagian lagi
berpikir, kalau jadi manajer, pastilah dia akan bahagia. Padahal belum tentu.
Begitu jadi manajer, dia akan berpikir jadi direktur. Begitu jadi direktur, dia
akan berpikir jadi komisaris. Yang lain berpikir, kalau punya istri, pastilah
dia akan bahagia. Padahal belum tentu. Begitu punya istri, dia akan berpikir
soal anak. Begitu punya anak perempuan, dia akan berpikir soal anak laki-laki.
Dan seterusnya. Lha, kapan selesainya?
Untuk dua menit ke
depan, coba bayangkan ini:
-
Misal, setelah dipikir-pikir, Anda akan merasa bahagia
jika menjadi direktur.
-
Lalu Anda berhasil menjadi direktur di usia 40 tahun. Itu
artinya, selama 39 tahun Anda tidak merasa bahagia alias sengsara!
-
Setelah berhasil menjadi direktur, apakah benar Anda
merasa bahagia? Iya sih, tapi cuma enam bulan. Setelah enam bulan, Anda mulai
memikirkan hal yang lain!
-
Mestinya Anda memutuskan untuk bahagia detik ini juga,
tak bersyarat!
Ada satu publikasi yang membuat mata saya terbelalak. Dalam
seminggu, waktu yang paling membahagiakan adalah pukul 19:26 pada Sabtu malam. Ini
menurut Daily Mail. Dan secara rata-rata, usia yang paling membahagiakan adalah
usia 34 tahun. Lagi-lagi,
ini menurut Daily Mail. Nah, mulai sekarang Anda boleh membantah publikasi itu.
Karena Anda telah memutuskan untuk bahagia selama-lamanya, tak bersyarat!
Siap?
Ditulis oleh Ippho Santosa, International Trainer yang rutin diundang berbagai kementerian dan BUMN. Ia juga sering memberikan seminar motivasi di belasan negara, termasuk Amerika, Australia, New Zealand, Jepang, Korea Selatan, dll. Untuk mengundangnya dalam in-house seminar SMS 0812-704-9090.
Di In House Seminar, Ippho Santosa Berikan Materi Motivasi Diri
In house training saya...
Anda pernah ikut?
Kadang di seminar saya sebagai motivator menyinggung soal Donald Trump. Yah, siapa yang nggak mengenalnya? Dia pengusaha, juga penulis.
Bedanya dengan yang lain, ia selalu mengundang kontroversi.
Alwaleed Bin Talal, Pangeran Arab dan salah satu orang terkaya di dunia mengecam Donald Trump karena ucapannya yang mengandung SARA. Bahkan CEO Facebook, CEO Google, CEO Amazon, dan CEO Qatar Airways turut mengecam.
Karena saya pernah bertemu dan dinner bareng Donald Trump, maka banyak orang yang bertanya-tanya tentang sikap saya. Jujur saja, dulu saya sempat antusias ketika bertemu dengannya. Belajar. Namun ketika ia mengeluarkan pernyataan yang SARA dan memojokkan muslim, saya pun turut mengecam (Sekiranya ia memojokkan penganut agama yang lain, tentulah saya akan mengambil sikap juga).
Belajar, yah belajar. Namun, kritis dan tegas itu harus. Mana mungkin saya diam saja? Dan saya lihat sendiri, orang-orang yang seagama, seras, bahkan separtai dengan Donald Trump pun turut menyesalkan kejadian ini. Sebagian dari mereka menyebut kejadian ini sebagai aib bagi Amerika.
Terlepas dari itu, benarkah Amerika selama ini anti sama Islam? Tergantung, dari sudut mana anda memandang. Yang jelas, muslim di sana bebas menggelar pengajian atau sejenisnya secara massal. Termasuk soal kerja. Jauh berbeda dengan Arab Saudi, yang justru memperketat. Sebagai negara kerajaan, Arab Saudi sangat kuatir dengan massa yang berkumpul.
Kembali ke Amerika. Ustadz Shamsi Ali, imam di New York, juga menunjukkan kegelisahan atas pernyataan SARA Donald Trump itu. FYI, muslim telah hadir di benua Amerika sejak lama, bahkan sebelum datangnya Columbus. Barack Obama dan Steve Jobs (Apple) pun keturunan muslim. Belum lagi atlit, artis, pengusaha, dan politisi mereka. Banyak yang muslim. Misalnya Muhammad Ali, Janet Jackson, dan Ice Cube.
Pelajaran berikutnya bagi kita, lihatah, agama sering dicatut oleh sebagian politisi demi popularitas sesaat. Anda keluarkan saja kalimat yang menyudutkan agama tertentu, maka seketika anda akan populer. Tentunya, populer secara murahan, menambah musuh, dan mengundang rusuh.
Hidup adalah kumpulan pelajaran. Ada pelajaran yang baik. Ada juga pelajaran yang buruk. Ini sering saya sampaikan di seminar-seminar motivasi. Jelas, sikap SARA Donald Trump adalah pelajaran yang buruk. Sangat buruk.
In-House Seminar di Perusahaan Bersama Ippho Santosa
In-House Seminar di Perusahaan Bersama Ippho Santosa
Ketika diundang in house seminar di perusahaan atau seminar motivasi untuk publik, kadang saya sebagai motivator membahas soal Maharishi Effect.
Begini. Pernahkah Anda membayangkan, 1% saja orang di kota Anda berpikir secara kolektif, relaks, dan fokus, ternyata bisa menurunkan angka kriminalitas dan meningkatkan angka keteraturan (harmoni) di kota Anda. Tak cukup sampai di situ. Pikiran dan niat dari sekelompok orang yang diselaraskan bahkan bisa membuat daun glowing dan mempengaruhi gerakan ikan.
Ketika diundang in house seminar di perusahaan atau seminar motivasi untuk publik, kadang saya sebagai motivator membahas soal Maharishi Effect.
Begini. Pernahkah Anda membayangkan, 1% saja orang di kota Anda berpikir secara kolektif, relaks, dan fokus, ternyata bisa menurunkan angka kriminalitas dan meningkatkan angka keteraturan (harmoni) di kota Anda. Tak cukup sampai di situ. Pikiran dan niat dari sekelompok orang yang diselaraskan bahkan bisa membuat daun glowing dan mempengaruhi gerakan ikan.
Hm, apa iya? Di sini saya tidak mendongeng. Ini adalah temuan Maharishi dan McTaggart. Menyimak temuan ini, maka kita pun
semakin paham mengapa doa yang diselaraskan (kolektif) dalam sholat istisqa berjamaah
dapat mengundang hujan di suatu kota. Termasuklah memohon hajat dan menolak
bala.
Halal
bi Halal bareng Ary Ginanjar, Syafii
Antonio, Adi Sasono, Didin Hafidhuddin,
Kang Abik, Ustadz Fadlan, Ustadz Wahfiudin,
Erick Yusuf, Amir Faishol, Bachtiar Nasir, Sugiarto, Hatta Rajasa,
Aries Mufti, Parni Hadi, dll.
Tentu saja, semua terjadi dengan kehendak Allah. Kita semua maklum, doa adalah medium
belaka. Nah, kalau diizinkan, di seminar terbaru, insya Allah
saya akan memperagakan temuan ini di hadapan peserta terkait mengundang pemulihan kesehatan dan pelunasan utang.
Banyak orang yang meremehkan kekuatan
pikiran. Dan banyak pula orang yang meremehkan kekuatan doa. Yang jelas, setiap
pikiran adalah doa. Karena itulah, berdoa, minta doa, dan saling mendoakan
memendam potensi yang teramat dahsyat. Pikiran Anda mungkin tidak ampuh. Siapa
tahu, pikiran teman Anda lebih ampuh. Yah, apa salahnya memanfaatkan pikiran
teman Anda demi lompatan sukses yang lebih jauh?
Ibu saya dan dua guru saya
Sebagian dari Anda mungkin pernah
mengikuti seminar motivasi saya 7 Keajaiban Rezeki yang telah menembus belasan negara di 4 benua. Sepasang Bidadari adalah salah satu pesannya. Dan setiap kali menyampaikan ilmu Sepasang
Bidadari, saya selalu menganjurkan dan mengajarkan penyelarasan impian.
Dengan siapa? Yah, dengan semua. Teman kantor, teman main, tetangga, saudara,
pokoknya semua. Di mana yang paling pertama dan paling utama, penyelarasan impian dengan pasangan kita
serta orangtua kita.
Tak heran, mereka yang belum selaras
dengan orang-orang di sekitarnya, teramat sulit untuk sukses dan bahagia. Penyelarasan impian, inilah
hal mutlak bagi siapa saja yang mengidam-idamkan kemerdekaan finansial alias kebebasan finansial. Kalau itu berlaku pada keuangan Anda, insya Allah itu juga berlaku pada perekonomian Indonesia.
Ditulis oleh Ippho Santosa, salah satu pembicara seminar terbaik Indonesia. SMS 0812-704-9090 untuk mengundang beliau.
In House Seminar Motivasi Kerja (Dipandu Oleh Ippho Santosa)
In House Seminar Motivasi Kerja (Bersama Ippho Santosa)
Di seminar motivasi kerja atau seminar pengembangan diri, sering saya mengingatkan, "CSR bukan urusan perusahaan semata. Melainkan tanggung-jawab kita bersama."
Menyumbang. Berbagi. Bersedekah.
Macam-macam namanya.
Paksa! Bisa! Terbiasa! Dalam bersedekah, kadang kita perlu begitu. Mudah-mudahan jadi kebiasaan:
Di seminar motivasi kerja atau seminar pengembangan diri, sering saya mengingatkan, "CSR bukan urusan perusahaan semata. Melainkan tanggung-jawab kita bersama."
Menyumbang. Berbagi. Bersedekah.
Macam-macam namanya.
Paksa! Bisa! Terbiasa! Dalam bersedekah, kadang kita perlu begitu. Mudah-mudahan jadi kebiasaan:
-
Kalau dirimu tengah susah dan gundah, jangan lupa #sedekah.
-
Kalau matamu basah dan hatimu patah, segeralah sedekah.
-
Kalau dirimu kalah atau tak ingin kalah, perbanyak sedekah.
-
Kalau harimu cerah dan indah, tetaplah sedekah.
-
Kalau kakimu melangkah dan ingin mudah, segeralah sedekah.
-
Kalau mau rezeki berkah berlimpah, rajin-rajin sedekah.
-
Kalau mau ke Makkah bahkan Jannah, sering-sering sedekah.
-
Kalau ingin keluarga sakinah, anak soleh dan solehah,
ajak-ajaklah mereka sedekah.
Untuk mengundang Ippho Santosa in-house-seminar, SMS 0812-704-9090.
Langganan:
Postingan (Atom)











